Hari
yang tak pernahku sangka akhirnya datang
Haruskah
aku senang?
Atau
meringkuk ketakutan?
Kau
datang lagi entah dari mana
Mengusik
ketenangan jiwa
Memaksa
peri kecil menggeliat dari tidurnya
Aku
tersenyum kegirangan
Saat
terkabarkan kau akan datang
Namun
aku menangis tersedu berbarengan
Saat
kau putuskan hilang dari peradaban
Terpikirkan
wajahmu yang tenang
Senyum
yang menggetarkan
Egoku
telah kau campakkan
Mungkin
ini adalah harapan