Bolehkan
aku membencinya?
Membenci
dia yang selalu membunuh tawa
Menawarkan
duka tanpa tanya
Dengan
akrabnya merasuki setiap mimpi-mimpi yang berkelana
Bolehkah
aku membencinya?
Yang
selalu merubah tawa menjadi luka
Tanpa
henti memeras air mata
Menyayat
hati tanpa belas rasa
Bolehkah
aku membencinya?
Dia
yang tak melihat tanpa mata
Hanya
ada kebencian merasuk jiwa
Saat
mulut enggan ucapkan kata
Bolehkah
aku membencinya?
Yang
selalu melepas dekapan tangan dengan paksa
Mencampakkan
mimpi-mimpi yang terangkai sempurna
Memutuskan
harapan yang melekat pada jiwa
Lalu
apa yang bisa aku harapkan darinya
Jadi,
bolehkah aku membencinya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar