Berdebar hati mendengar namamu,
bergetar jiwa saat terlintas namamu,
terhipnotis diri membayangkanmu.
Senyum sumringah tersungging begitu saja.
Aku merasa hidup,
sungguh bahagia.
Tak pernah kumerasa sendiri.
Kau selalu ada saat duka dan suka.
Mendengar keluh kesah dan
mengobati luka jiwa raga.
Betapa diri mendamba,
bisa selalu bersama, berdua.
Pelukan hangat mengisyaratkan
'tak apa', 'semua baik saja', 'aku selalu ada'
Betapa beruntungnya,
bahagia tak terhingga.
Bisa berjumpa denganmu
secepatnya,
saat diri siap seutuhnya.
Sebagai tanda cinta,
kan kucoba segala upaya.
Menyeru namamu,
menjalankan yang diminta,
menjauhi yang tak kau suka.
Tak mengapa jika harus selalu mengira,
bukti cinta belum seberapa.
Allah,
aku akan selalu berusaha
lebih dekat denganmu.
Bagaimanapun juga!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar